aiqu.systems

Logistik & Armada

AI untuk logistik: pantau setiap dock, yard dan kendaraan, dan jaga semuanya tetap produktif.

Dock menganggur, truk menunggu di gerbang, dan kendaraan terparkir di kota yang salah, semuanya memakan biaya setiap jam. Kami menggabungkan data kamera dengan TMS, WMS dan histori armada Anda untuk menunjukkan di mana, lalu memperbaikinya.

Masalahnya

Di mana uang bocor

  • Loading bay menganggur saat truk antre di gerbang
  • Tidak ada tampilan live isi yard
  • Kendaraan di lokasi yang salah untuk permintaan besok
  • Kerusakan ketahuan di jalan, bukan di depo

Solusi

Yang kami bangun untuk Logistik

Dock

Monitoring loading dock

Okupansi, waktu bongkar muat dan periode menganggur per bay, dari CCTV yang ada.

Selengkapnya →
Yard

Visibilitas yard dan gerbang

Jumlah kendaraan, dwell time dan pergerakan per pelat nomor di setiap depo.

Selengkapnya →
Armada

Forecasting dan penempatan armada

Di mana kendaraan dibutuhkan dan kapan harus dipindahkan, untuk rental one-way dan armada multimoda.

Selengkapnya →
Harga

Dynamic pricing

Harga yang mengikuti prediksi permintaan per rute, hari dan kelas kendaraan.

Selengkapnya →
Perawatan

Predictive maintenance

Menandai kendaraan yang berisiko rusak dari histori pemakaian dan servis.

Selengkapnya →

Contoh terkait

Dari pengalaman para pendiri kami di perusahaan sebelumnya, sebelum AIQU Systems. Tersedia dalam bahasa Inggris.

Pertanyaan umum

Apakah bisa memakai kamera depo yang ada?

Biasanya bisa. Kamera gerbang dan dock sering sudah cukup; sudut dan resolusi kami konfirmasi saat Vision Assessment.

Sistem armada apa saja yang bisa dihubungkan?

Platform telematika, TMS, WMS dan sistem booking rental yang punya API atau ekspor rutin.

Apakah ada opsi bayar berdasarkan hasil?

Ada. Optimasi armada sering cocok dengan model Performance Partner: setup bersubsidi ditambah bagi hasil dari penghematan yang terbukti.

Cari tahu apa yang terlewat dari kamera Anda.

Mulai dengan Vision Assessment: 2 hari rekaman CCTV yang sudah ada, laporan kerugian dalam rupiah dalam 10 hari kerja, dan biaya Rp 25.000.000 dikreditkan penuh ke pilot.